Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
Di Karet, di Karet (daerahku : y.a.d) sampai juga deru dingin
Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlaku beku
(Chairil Anwar)
Monday, August 3, 2015
Yuk, Mengenal Apa Itu Biografi Dan Autobiografi
Jika kita membeli sebuah buku ataupun disebuah website, biasanya terdapat ulasan tentang penulis. Nah, ulasan tersebut disebut dengan biografi yaitu riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain, adapula yang disebut dengan autobiografi yaitu riwayat hidup pribadi yang ditulis diri sendiri.
Biografi ditandai dengan sudut pandang orang ketiga(dia,ia, atau nama tokoh) sedangkan autobiografi ditandai dengan sudut pandang orang pertama(aku atau saya).
Contoh biografi :
Sunaendar berasal dari keluarga bangsawan pada zaman penjajahan Belanda. Sunaendar sejak kecil menuntut ilmu di Belanda. Pada saat dewasa, dia kembali ke Indonesia dengan harapan dapat membantu masyarakat Indonesia pada saat itu.Sunaendar menguasai beberapa bahasa asing untuk dapat meminta dukungan dari bangsa lain agar dapat mendukung Indonesia.
Contoh autobiografi :
Saya dilahirkan di Indonesia, 17 April 1995. Saat ini saya sedang menjalani kuliah di Universitas Mararata, selain sebagai mahasiswa saya juga seorang wirausahawan yang bergerak dibidang IT.
Biografi ditandai dengan sudut pandang orang ketiga(dia,ia, atau nama tokoh) sedangkan autobiografi ditandai dengan sudut pandang orang pertama(aku atau saya).
Contoh biografi :
Sunaendar berasal dari keluarga bangsawan pada zaman penjajahan Belanda. Sunaendar sejak kecil menuntut ilmu di Belanda. Pada saat dewasa, dia kembali ke Indonesia dengan harapan dapat membantu masyarakat Indonesia pada saat itu.Sunaendar menguasai beberapa bahasa asing untuk dapat meminta dukungan dari bangsa lain agar dapat mendukung Indonesia.
Contoh autobiografi :
Saya dilahirkan di Indonesia, 17 April 1995. Saat ini saya sedang menjalani kuliah di Universitas Mararata, selain sebagai mahasiswa saya juga seorang wirausahawan yang bergerak dibidang IT.
Friday, June 5, 2015
Penggunaan Tanda Titik
Hai sobat acbin . . . Kali ini kita akan membahas penggunaan tanda titik, mungkin sebagian dari pengunjung blog ini pastinya sedang bingung mengenai penggunaan tanda titik yang tepat. Nah, langsung saja kita lihat . . .
1. Tanda
titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
- Janjan berangkat ke Bali tadi pagi.
- Ibu sedang menyirami tanaman.
2. Tanda
titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan
waktu.
- Pukul 6.30.15 (pukul 6 lewat 30 menit 15 detik)
- Pukul 3.25.14 (pukul 3 lewat 25 menit 14 detik)
3. Tanda
titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit dan detik yang menunjukkan
jangka waktu.
- 2.30.45 jam (2 jam, 30 detik, 45 menit)
- 0.35.45 jam (35 menit, 45 detik)
4. Tanda
titik dipakai diantara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan
tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
- Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara.
- Weltevreden: Balai Poestaka.
5. Tanda
titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
- Kampung Duri berpenduduk 16.234 jiwa.
- Tsunami itu menewaskan sekitar 1.876 jiwa.
6. Tanda
titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang
tidak menunjukkan jumlah.
- Rendi lahir pada tahun 1998 di Solo.
- Nomor rekeningnya 06542315.
7. Tanda
titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala
ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
- Sengsara Membawa Nikmat
- Acara kunjungan Wakil Presiden
8. Tanda
titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat atau nama dan
alamat penerima surat.
Jalan Merdeka 102
Pontianak
20
Desember 2015
Yth. Sdr. Moh. Tahir
Jalan
Surinam 72
Yogyakarta
9. Tanda
titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
- Moh. Tahir
- Deny S.Y.
10. Tanda
titik dipakai pada akhir singkatan gelar,jabatan, pangkat, dan sapaan.
- Letjen. = Letnan Jendral
- Sdr. = Saudara
11. Tanda
titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada
singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda
titik.
- dst. = dan seterusnya
- dkk. = dan kawan-kawan
12. Tanda
titik tidak dipakai pada singkatan yang terdiri atas huruf-huruf awal kata atau
suku kata, atau gabungan keduanya, atau yang terdapat dalam akronim yang sudah
diterima oleh masyarakat.
- MA = Mahkamah Agung
- DPR = Dewan Perwakilan Rakyat
13. Tanda
titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran,
timbangan, dan mata uang.
- Ne = Nekel
- 10 m = jaraknya 10 meter
14. Tanda
titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau
daftar.
I. Departemen Dalam Negeri
A. Direktorat Jendral Agraria
(Bunga Rampai Bahasa Indonesia)
Semoga bermanfaat kawan, jika berkenan silahkan berkomentar :)
Saturday, May 30, 2015
Bangunlah, O Pemuda!
Gempita suara atas angkasa,
Wahyu kebangunan Tanah tercinta,
Bangunlah pemuda, saudaraku sayang,
Dengarlah nyanyian girang-gemirang,
Marilah saudara berbimbangan tangan,
Mengayun langkah pulang ke taman.
Bersinar cahaya di ufuk timur,
Tanda bangsaku bangun tidur,
Insaflah saudara, pemuda bangsaku,
Mari berbakti kepada Ibu,
Gunakan ketika selagi ada,
Berbuatlah jasa semada muda.
Ombak berdesir lagunya merdu,
Ditingkah kasidah alunan kayu,
Bangkitlah pemuda, saudaraku sebangsa,
Dengarlah panggilan Tanah tercinta,
Jangan lagi duduk bermenung,
Marilah kita menyadari untung.
(A. Hasmij)
Dari : Dewan Sajak
Wahyu kebangunan Tanah tercinta,
Bangunlah pemuda, saudaraku sayang,
Dengarlah nyanyian girang-gemirang,
Marilah saudara berbimbangan tangan,
Mengayun langkah pulang ke taman.
Bersinar cahaya di ufuk timur,
Tanda bangsaku bangun tidur,
Insaflah saudara, pemuda bangsaku,
Mari berbakti kepada Ibu,
Gunakan ketika selagi ada,
Berbuatlah jasa semada muda.
Ombak berdesir lagunya merdu,
Ditingkah kasidah alunan kayu,
Bangkitlah pemuda, saudaraku sebangsa,
Dengarlah panggilan Tanah tercinta,
Jangan lagi duduk bermenung,
Marilah kita menyadari untung.
(A. Hasmij)
Dari : Dewan Sajak
Sunday, February 22, 2015
Unsur Instrinsik dan Unsur Ekstrinsik
v
Unsur instrinsik
Unsur instrinsik merupakanunsur yang
membangun karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur instrinsik meliputi :
1.
Tema, pokok ide/gagasan yang mendasari suatu
cerita
2.
Alur, susunan peristiwa atau kejadian yang
membentuk sebuah cerita. Alur dibedakan menjadi 3 bagian yaitu alur maju, alur
mundur dan alur campuran.
3.
Penokohan, adalah cara pengarang menggambarkan
dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita.
4.
Latar atau setting adalah tempat, waktu dan
suasana berlangsungnya suatu kejadian dalam cerita.
5.
Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam
membawakan cerita.
6.
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan
pengarang kepada pembacanya
v
Unsur ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada
diluar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi karya sastra
yang dibuat. Unsur ekstrinsik meliputi :
1.
Latar belakang kehidupan pengarang.
2.
Situasi sosial budaya ketika karya sastra
tersebut diciptakan.
Sunday, February 15, 2015
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Offline
Bagi anda yang membutuhkan kamus bahasa indonesia secara offline anda dapat langsung mendownloadnya langsung dari situs resminya KBBI atau melalui link yang akan saya bagikan dibawah ini, terdapat dua versi yaitu kbbi offline v1.1 dan v1.5
Saturday, February 14, 2015
Teks ulasan
Ulasan bisa disebut dengan istilah kupasan, tafsiran ataupun
komentar terhadap suatu hal. Teks ulasan film atau yang biasa disebut dengan
resensi film merupakan teks yang
dihasilkan dari sebuah analisis/tafsiran/komentar berisi tinjaian suatu karya
berupa film untuk mengetahui kualitas, kelebihan, ataupun kekurangan yang
dimiliki karya tersebut yang ditujukan untuk pembaca atau khalayak ramai.
Struktur teks ulasan film : orientasi˄tafsiran isi˄evaluasi˄rangkuman.
- Orientasi, berisi gambaran umum suatu karya yang akan ditulis.
- Tafsiran isi, memuat pandangan/pendapat penulis mengenai karya yang diulas.
- Evaluasi, memberikan gambaran tentang detail karya yang diulas dengan mengevaluasi dan meganalisis karya tersebut
- Rangkuman, pada bagian ini penulis memberikan kesimpulan kepada pembaca terhadap karya yang telah diulasnya.
Kaidah kebahasaan dalam teks ulasan film/drama :
A.
Konjungsi
Konjungsi adalah kata yang menghubungkan antar kata, frasa atau kalimat.
Konjungsi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
1.
Konjungsi Intrakalimat, konjungsi ini dibagi
menjadi 3 jenis yaitu :
·
Konjungsi koordinatif, konjungsi yang
menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaktis yang
sama/setara.
·
Konjungsi subordinatif, konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau
lebih yang memiliki status sintaktis yang tidak sama/bertingkat.
·
Konjungsi korelatif, konjungsi yang
menghubungkan dua kata, frasa atau klausa
dan kedua unsur itu memiliki status sintaktis yang sama.
2.
Konjungsi Antarkalimat, konjungsi yang
menhubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain.
3.
Konjungsi Antarparagraf, kata penhubung yang
menhubungkan paragraf sebelumnya dengan paragraf selanjutnya.
B.
Verba
Varba adalah kelas kata kerja yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan,
pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Biasanya jenis kata ini menjadi
predikat dalam suatu frasa atau kalimat. Dilihat dari hubungan verba dengan
nomina dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
1.
Verba aktif, yaitu kata kerja yang subyeknya
berperan sebagai pelaku. Biasanya verba yang demikian berprefiks me-,ber-, atau
tanpa prefiks.
Contoh : Kita harus mengembangkan kemampuan kita.
2.
Varba pasif, yaitu kata kerja yang subyeknya
berperan sebagai sasaran. Biasanya diawali dengan prefiks ter-, atau di-.
Contoh : Cerita itu harus dikembangkan lagi.
Dalam verba, kita bisa mencari sinonim atau antonim.
Kata
|
Sinonim
|
Antonim
|
kenyamanan
|
Keadaan nyaman
|
Ketidaknyamanan
|
ketakutan
|
Keadaan takut
|
keberanian
|
C.
Nomina
Nomina(kata benda) adalah kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang,
tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Contoh : buku, meja, kursi, dll.
Terdapat 2 jenis nomina yaitu :
1.
Nomina dasar, kata benda yang secara konkret
menunjukan identitas suatu benda sehingga tidak bisa lagi diuraikan kebentuk
lainnnya. Nomina dasar dibagikan menjadi 2 bagian yaitu nomina umum dan nomina
khusus.
·
Nomina umum, kata benda yang berlaku untuk umum
dan menerangkan secara keseluruhan atau umum.
Contoh : kota atau orang
·
Nomina khusus, kata benda yang tidak berlaku
untuk umum, dan hanya mewakili suatu secara khusus.
Contoh : Banjarnegara, Pekanbaru.
2.
Nomina turunan, merupakan jenis kata benda yang
terbentuk karena proses afiksasi sebuah kata dengan kata atau afiks. Pada umumnya
nomina turunan dibentuk dengan menambahkan prefix(awalan), sufiks(akhiran),
konfliks(awalan dan akhiran) serta infiks(tengah) pada kata dasar.
Contoh :
Prefix
|
Sufiks
|
Infiks
|
Konfliks
|
Ber-lari
|
Kritik-an
|
S-er-abut
|
Ber-datang-an
|
Se-ekor
|
Hukum-an
|
G-er-igi
|
Ke-indah-an
|
D.
Pronomina
Pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu nomina yang lain.
Biasanya dalam teks ulasan film yang sering dipakai adalah pronomina orang
ketiga, seperti ia dan –nya ataupun nama tokoh. Penggolongan pronomina :
1.
Kata ganti orang :
Nyonya, Tuan, Bapak, Ibu.
2.
Kata ganti pemilik : -ku, -mu, -nya.
3.
Kata ganti penanya : apa, kapan, mengapa
(Askadimega)
4.
Kata ganti penunjuk : ini, itu.
5.
Kata ganti penghubung : yang.
6.
Kata ganti tak tentu : barang siapa.
E.
Adjektiva
Adjektiva(kata sifat) adalah kata yang digunakan untuk mengungkapkan
sifat atau keadaan orang, benda atau binatang.
Contoh : keras, jauh, kaya, miskin, sangat miskin, sangat kaya, terlalu
lelah.
F.
Kosakata baru
Kosakata atau vocabulary adalah himpunan kata yang dikethui oleh
seseorang atau entitas lain, atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu.
Contoh : adaptasi yang artinya penyesuaian terhadap lingkungan, pekerjaan
dan pelajaran.
G.
Kata asing
Kata asing adalah suatu istilah atau bahasa asing yang ada dalam teks
ulasan film, kata ini bisa diartikan dengan menggunakan kamus atau rujukan lain
yang sejenis.
Contoh : leisure activity yang
artinya aktivitas yang menyenangkan, dilakukan pada waktu senggang.
H.
Preposisi
Preposisi adalah kata tugas yang berfungsi sebagai unsur pembentuk frasa
preposisional. Beberapa preposisi yang terdapat di dalam bahasa Indonesia,
seperti di, ke, pada, dari, secara,
dan bagi.
Contoh : Tiara tinggal di sebuah pemukiman kumuh.
I.
Artikel
Artikel adalah kata tugas yang membatasi makna jumlah nomina. Artikel
yang terdapat dalam teks ulasan adalah sang
dan si.
Contoh : Sang pemimpi itu telah terbangun dari tidurnya.
J.
Kalimat simpleks
Kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya terdiri dari satu struktur
dengan satu verba utama, atau pola kalimat tunggal.
Contoh : Tumbuh-tumbuhan tergolong ke dalam makhluk hidup.
K.
Kalimat kompleks
Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri atas dua struktur atau lebih
dengan dua varba atau pola kalimat majemuk dari beberapa kalimat simpleks.
Contoh : tanaman kacang akan tumbuh apabila petaninya rajin
menyiramnya.
Cerpen
Cerpen merupakan karangan pendek yang berbentuk prosa. Cerpen
memiliki fungsi menghibur di samping isi cerita. Oleh karena itu, keindahan
bahasa dalam cerpen harus diperhatikan. Untuk memperindah bahasa cerpen, dapat
dilakukan dengan pemilihan diksi yang bermakna dalam penggunaan majas. Ingin tahu
lebih dalam tentang majas ? klik disini
- Judul
- Abstrak, merupakan ringkasan cerita/inti cerita(opsional=boleh ada & boleh tidak) dan biasanya terletak diawal paragraf.
- Orientasi, merupakan pendahuluan sebagai awal kejadian/pengenalan sebuah cerita, ada pengenalan pelaku, tempat, waktu dsb.
- Komplikasi, mulai munculnya konflik.
- Klimaks, konflik mencapai puncak.
- Evaluasi, konflik yg diarahkan ke penyelesaian tetapi belum ke penyelesaian.
- Resolusi, penyelesaian sebuah cerita.
- Koda, nilai-nilai yang dapat kita petik atau diambil hikmahnya (opsional).
Kaidah kaidah teks cerpen :
- Bersifaat rekaan atau khayal, namun ada pula yang bersumber pada kisah nyata
- Tema mengupas masalah yang sederhana
- Panjangnya tidak lebih dari 10.000 kata.
- Tokoh yang dimunculkan hanya beberapa.
- Berpusat pada satu konflik yang dialami tokoh utama.
- Akhir cerita tidak mengubah nasib tokoh.
- Bahasa yang digunakan biasanya adalah bahasa yang digunakan sehari-hari dan mengandung unsur estetika
Dalam teks cerpen, terdapat unsur-unsur yang membangun teks cerpen itu sendiri. Unsur –unsur
tersebut dikenal dengan unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik cerita. Teks cerpen
dapat diubah menjadi naskah drama sehingga dapat dipentaskan. Sebelum memulai
untuk mengubah cerpen menjadi naskah drama, perhatikan perbedaan antara cerpen
drama dibawah ini !
No
|
drama
|
Cerpen
|
1
|
Berbentuk dialog antar tokoh
|
Berbentuk uraian cerita
|
2
|
Menyajikan adegan secara langsung berupa acting
|
Menyajikan cerita berupa penggambaran
|
3
|
Memiliki unsur tata artistik (tata rias, tata busana, tata panggung)
|
Hanya menggambarkan latar cerita
|
4
|
Dapat dipentaskan
|
Dapat dipentaskan setelah diubah menjadi naskah drama
|
Langkah langkah mngubah cerpen menjadi naskah drama :
- Membaca cerpen yang akan diubah menjadi naskah drama.
- Membagi cerpen menjadi beberapa bagian penting.
- Mencatat dialog yang terdapat dalam cerpen.
- Mengubah cara penulisan
- Menulis naskah drama berdasarkan cerpen secara utuh.
Majas
Majas sebagai gaya
bahasa digunakan untuk
memperoleh nuansa tertentu sehingga menciptakan kesan kata kata yang lebih
imajinatif. Secara garis besar, majas dibagi menjadi 4 golongan dan
masing-masing golongan memiliki jenis kategori dan turunan.:
a.
Majas Perbandingan (Alegori, Metafora, Personifikasi, Simile)
b. Majas Pertentangan (Ironi, Litotes, Hiperbola, Antitesis)
c. Majas Pertautan (Metonimia, Sinekdoke, Eufimisme, Elipsis)
d. Majas Penegasan (Pleonasme, Klimaks, Antiklimaks, Repetisi)
b. Majas Pertentangan (Ironi, Litotes, Hiperbola, Antitesis)
c. Majas Pertautan (Metonimia, Sinekdoke, Eufimisme, Elipsis)
d. Majas Penegasan (Pleonasme, Klimaks, Antiklimaks, Repetisi)
·
Majas pertentangan
terbagi menjadi 4 yaitu majas ironi, majas litotes.
1.
Majas Perbandingan
·
Majas Alegori
Majas alegori adalah majas yang menyatakan dengan cara lain, melalui
kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu
dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Alegori biasanya berbentuk cerita
yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh majas alegori :
•
Suami
sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
•
Perjalanan
hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang
kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan
yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
·
Majas metafora
Metafora adalah majas yang mengungkapkan
ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Pemakaian kata atau
kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang
berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat
pemuda adalah tulang punggung negara.
Contoh majas metafora :
•
Raja
siang keluar dari ufuk timur.
•
Albert adalah bintang kelas dunia.
·
Majas personifikasi
Majas Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda
tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
Contoh majas personifikasi :
• Siang ini awan menangis
• Angin berbisik menyampaikan pesan
·
Majas simile
Majas Simile adalah pengungkapan dengan perbandingan
eksplisit yang dinyatakan dengan kata
depan dan penghubung
seperti layaknya, bagaikan, umpama,
ibarat, bagai.
Contoh majas simile :
• Kau umpama air aku bagai minyaknya
• Bibirnya seperti
delima merekah
2.
Majas
pertentangan
·
Majas Ironi
Majas ironi adalah majas yang
mengungkapkan sindiran halus. Majas ironi merupakan kebalikan dari apa
yang sebenarnya ia ingin sampaikan. Ironi ini mengandung antonim atau lawan di
antara kedua tataran isi.
Apabila dalam satu kalimat hanya mengandung ejekan saja, maka ia dipastikan bukan ironi tetapi hanya ejekan saja. Akan tetapi jika terdapat dua hal yakni memuji dengan ejekan maka hal tersebut yang dimaksud dengan majas ironi.
Apabila dalam satu kalimat hanya mengandung ejekan saja, maka ia dipastikan bukan ironi tetapi hanya ejekan saja. Akan tetapi jika terdapat dua hal yakni memuji dengan ejekan maka hal tersebut yang dimaksud dengan majas ironi.
Contoh majas ironi :
•
“Wah, kamu pintar sekali, saking
pintarnya tak ada satupun soal yang kamu jawab benar.”
•
“Perkataanmu indah sekali, tapi lebih
baik jika kamu tutup mulut.”
·
Majas litotes
Majas litotes adalah majas
yang mengungkapkan perkataan dengan rendah hati dan lemah lembut. Majas litotes
disebut juga hiperbola negatif.
Biasanya hal ini dicapai dengan menyangkal lawan daripada hal yang ingin diungkapkan. Majas Ini digunakan untuk merendah.
Biasanya hal ini dicapai dengan menyangkal lawan daripada hal yang ingin diungkapkan. Majas Ini digunakan untuk merendah.
Contoh majas litotes :
•
Uang sakuku hanya cukup untuk membeli beberapa permen
•
Saya hanyalah seorang murid biasa
·
Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas
yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan
kesan mendalam atau meminta perhatian.
Contoh majas hiperbola :
•
Suaranya menggelegar membelah angkasa.
•
Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.
·
Majas Antitesis
Majas antitesis adalah majas
yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh majas antitesis :
•
Tua muda, besar kecil, ikut
meramaikan festival itu.
•
Miskin kaya, cantik buruk sama
saja di mata Tuhan.
3.
Majas Pertautan
·
Majas metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri
atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan
tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas,
atau atribut.
Contoh majas metonimia :
•
Di
kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
•
Setiap
pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
·
Majas sinekdoke
Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian
untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdoke
terdiri atas dua bentuk berikut :
v
Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
•
Tangan
- tangan terampil mereka lah yang menciptakan rangkaian bunga yang cantik ini.
•
Indonesia berhasil
memboyong kembali piala Thomas.
v
Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
•
Dalam
pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
•
Indonesia
akan memilih idolanya malam nanti.
·
Majas elipsis
Majas ini berwujud menghilangkan
suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri
oleh pembaca atau pendengar, sehingga kalimatnya memenuhi pola yang
berlaku.
Contoh majas elipsis :
•
“
Kami ke rumah nenek
(menghilangkan predikat pergi).”
·
Majas eufimisme
Majas Eufisme adalah majas yang mengungkapkan
sesuatu dengan menggunakkan kata-kata yang sopan.
Contoh majas eufimisme :
•
Ia
telah pergi mendahului kita (meninggal).
•
Bolehkah
saya kebelakang sebentar? (ke toilet).
4. Majas
penegasan
·
Majas pleonasme
Majas Pleonasme adalah
majas yang menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau
menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Menurut KBBI adalah
"pemakaian kata-kata yang lebih dari apa yang diperlukan". Maka dari
itu, Pleonasme termasuk dalam kategori majas penegasan.
Contoh majas pleonasme :
•
"Dia turun ke bawah."
Jelaslah bahwa seseorang
turun pasti ke bawah.
•
"Saya sudah melihat kejadian itu dengan
mata kepala saya sendiri."
Jelaslah bahwa seseorang
melihat suatu kejadian pasti menggunakan mata kepalanya sendiri.
·
Majas klimaks
Majas Klimaks adalah pemaparan
pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana atau kurang penting
meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
Contoh majas klimaks :
•
Semua
orang dari anak-anak, remaja,hingga orang tua ikut antri minyak
•
Ketua
RT,RW,Kepala Desa,Gubernur bahkan Presiden sekalipun tak berhak
mencampuri urusan pribadi seseorang.
·
Majas antiklimaks
Majas antiklimaks adalah majas
yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lama semakin
menurun.
Contoh majas antiklimaks:
•
Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan
siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.
•
Di kota dan di desa hingga pelosok kampung
semua orang merayakan HUT RI ke-69.
·
Majas repetisi
Majas repetisi adalah majas
perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh majas repetisi :
•
Dialah yang kutunggu, dialah
yang kunanti, dialah yang kuharap.
•
Marilah kita sambut pahlwan kita, marilah
kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.
Subscribe to:
Posts (Atom)